PARADIGMA TENTANG KEHAMILAN
Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis. setiap wanita yang memiliki organ reproduksi sehat, yang telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang organ reproduksinya sehat sangat besar kemungkinannya akan mengalami kehamilan. Selama kehamilan terjadi perubahan-perubahan sehingga ibu harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada fisik dan mentalnya. Perubahan ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan hormon progesteron dan hormon estrogen. Ketidakseimbangan ini akan merangsangsang lambung sehingga asam lambung meningkat dan menimbulkan rasa mual sampai muntah, bila adaptasi ibu tidak kuat. Bahkan ada ibu yang tidak kuat untuk beraktivitas seperti mencuci, mandi, makan, bahkan harus bedress sampai ada yang dirawat di rumah sakit. Pada ibu hamil yang mampu beradap tasi terhadap perubahan keseimbangan hormon ini, perasaan mual tidak dirasakan , mereka bisa beraktivitas seperti tidak hamil.
Semakin bertambah usia kehamilan, akan mengakibatkan bentuk tubuh ibu berubh yang semula langsing menjadi tidak langsing. Buah dada mulai membesar, pembuluh-pembuluh darah pada perut tampak biru, perut semakin menonjol kedepan. Semua perubahan fisik pada ibu mengakibatkan terjadi perubahan psikis berupa rasa tidak percaya diri terhadap penampilan dirinya.
Apabila seorang ibu hamil memandang kehamilannya adalah satu keadaan yang membebani kehidupannya maka akan sulit beradaptasi terhadap perubahan fisik maupun psikisnya. Hal ini sering terjadi pada ibu hamil yang kehamilannya tidak direncanakan, akibat dari kegagalan dalam menggunakan alat kontrasepsi, kehamilan diluar pernikahan, dan kehamilan akibat pemerkosaan. untuk mengantisipasi supaya persalinan berlangsung aman dan tidak terjadi trauma yang terlalu berat, baik terhadap ibu maupun janin perlu diberi asuhan kehamilan.
Bidan sebagai tenaga kesehatan yang mempunyai kewenangan dalam melaksanakan asuhan pada ibu hamil, perlu memiliki kemampuan yang tidak hanya sebatas pada pemberian asuhan fisik tetapi mencakup asuhan psiko, sosial, dan spiritual. Asuhan psiko, sosial, dan spiritual yang bisa dikembangkan dan bisa menjadi pendukung diri ibu adalah ibu hamil semestinya memandang bahwa kehamilannnya adalah perwujudan dari "5 M" kodrat wanita, yakni "Menstruasi, Mengandung, Melahirkan, Menyusui dan Mendidik" anak. Lima kodrat ini adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Kuasa kepada semua wanita. Apabila kodrat ini dijalankan secara tulus ikhlas dan sungguh-sungguh akan menjadikan kemuliaan dalam kehidapan wanita.
Dalam hal ini, seorang ibu yang sedang hamil semestinya bersyukur karena telah diberi tugas mulia dan senantiasa harus berusaha menjalankan dengan sungguh-sungguh. Apabila ibu hamil bisa menyadari keadaan ini, besar kemungkinannnya ia tidak akan menolak kehamilannya dan akan merasa bahagia dengan kehamilannya, demikian reaksi-reaksi negatif dan penyulit tidak terjadi pada dirinya.