Kamis, 02 Maret 2017

KEBIDANAN KOMUNITAS

STRATEGI PELAYANAN KEBIDANAN DI KOMUNITAS

A. Pendekatan Edukatif dalam Peran Serta Masyarakat

Secara umum definisi pendekatan edukatif merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis, terencana dan terarah dengan partisipasi aktif individu, kelompok, masyarakat secara keseluruhan untuk memecahkan masalah yang dirasakan masyarakat dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi, dan budaya setempat. Definisi secara khusus, merupakan model pelaksanaan organisasi dalam memecahkan masalah dengan pemecahan masalah dan proses pemecahan masalah tersebut. 
Tujuan pendekan edukatif diantaranya:
1. Memecahkan masalah yang dihadpi oleh masyarakat yang merupakan masalah kebidanan komunitas
2. Mengembangkan kemampuan masyarakat

Strategi dasar pendekatan edukatif
a. Mengembangkan provider
    Langkah -langkah pengembangan provider:
    1.  pendekatan terhadap pemuka atau pejabat masyarakat.
    2.  pendekatan terhadap pelaksana dari sektor diberbagai tingkat administrasi sampai tingkat desa.
    3.  pengumpulan data oleh sektor kecamatan/desa
b. Pengembangan Masyarakat
    Adalah menghimpun tenaga masyarakat untuk mampu dan mau mengatasi masalahnya sendiri secara swadaya sebatas kemampuan. Dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat untuk menentukan masalah, merencanakan alternatif, melaksanakan dan menilai usaha pemecahan masalah yang dilaksanakan. Langkah-langnya meliputi pendekatan tingkat desa, survei mawas diri, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian serta pemantapan dan pembinaan.

B. Pelayanan yang Berorientasi pada Kebutuhan Masyarakat.

Proses dimana masyarakat dapat mengidentifikasi kebutuhan dan tentukan prioritas dari kebutuhan serta mengembangkan keyakinan masyarkat untuk berusaha memenuhi kebutuhan sesuai skala prioritas berdasarkan atas sumber-sumber yang ada di masyarakat sendiri maupun berasal dari luar secara gotong royong. Dalam hal ini terdapat 3 aspek penting meliputi proses, masyarakat dan memfungsikan masyarakat. Terdiri dari 3 jenis pendekatan :
1. Specifict Content Approach
  yaitu pendekatan perorangan atau kelompok yang merasakan masalah melalui proposal program kepada instansi yang berwenang. Contoh : pengasapan pada kasus DBD
2. General Content Objective Approach
   yaitu pendekatan dengan mengkoordinasikan berbagai upaya dalam bidang kesehatan dalam wadah tertentu. Contoh : posyandu meliputi KIA, imunisasi, gizi, KIE
3. Proses Objective Approach
  yaitu pendekatan yang lebih menekankan pada proses yang dilaksanakan masyarakat sebagai pengambil prakarsa kemudian dikembangkan sendiri sesuai kemampuan. Contoh : kader.

C. Memanfaatkan Fasilitas dan Potensi yang Ada di Masyarakat

Masalah kesehatan pada umumnya disebabkan rendahnya status sosial-ekonomi yang diakibatkan ketidaktahuan dan ketik mampuan memelihara diri sendiri. Pemanfaataan pasititas dan potensi yang ada di masyarakat merupakan usaha membantu manusia mengubah sikapnya terhadap masyarakat, membantu menumbuhkan kemampuan orang, berkomunikasi dan menguasai lingkungan fisiknya. atau merupakan pengembangan manusia yang tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi dan kemampuan manusia mengontrol  lingkungannya. 

Langkah-langkah memanfaatkan fasilitas dan potensi di masyarakat :
1.Ciptakan kondisi agar potensi setempat dapat dikembangkan dan dimanfaatkan
2. tingkatkan mutu potensi yang ada
3. usahakan kelangsungan kegiatan yang sudah ada
4. tingkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Prinsip-prinsip dalam mengembangkan masyarakat :
1. program ditentukan oleh atau bersama masyarakat 
2. program disesuaikan dengan kemampuan masyarakat
3. dalam pelaksanaan kegiatan harus ada bimbingan, pengarahan dan dorongan agar dari satu kegiatan dapat dihasilkan kegiatan lainnya
4. petugas harus bersedia mendampingi dengan mengambil fungsi sebagai katalisatir untuk mempercepat proses

Bentuk-bentuk program masyarakat
1. program intensif, yaitu pengembangan masyarakat melalui koordinasi dengan dinas terkait/kerjasama lintas sektoral
2. program adaftif, yaitu pengembangan masyarakat hanya ditugaskan pada salahsatu instansi/ departemen yang bersangkutan saja secara khusus untuk melaksanakan kegiatan tersebut/kerja sama lintas program
3. program proyek, yaitu pengembangan masyarakat dalam bentuk usaha-usaha terbatas di wilayah tertentu dan program disesuaikan dengan kebutuhan wilayah tersebut.

KEBIDANAN KOMUNITAS

KONSEP KEBIDANAN KOMUNITAS

A. Konsep dan Manajemen Kebidanan Komunitas
     Pelayanan kebidanan merupakan layanan yang diberikan oleh bidan sesuai kewenangannya dengan maksud untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka tercapainya keluarga yang berkualitas, bahagia dan sejahtera.
        Konsep adalah kerangka ide yang mengandung suatu pengertian tertentu. Kebidanan berasal dari kata "bidan" yang artinya seseorang yang telah mengikuti pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau mendapat izin praktik kebidanan. Sedangkan Kebidanan mencapuk pengetahuan yang dimiliki bidan dan kegiatan pelayanan yang dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi yang dilahirkan.
      Bidan diakui sebagai profesional yang bertanggung jawab, bekerja sebagi mitra perempuan dalam memberikan dukungan yang diperlukan, asuhan dan nasihat selama kehamilan, periode persalinan dan postpartum, melakukan pertolongan persalinan dibawah tanggung jawabnya sendiri dan memberikan asuhan pada bayi baru lahir dan bayi. 
   Komunitas berasal dari bahasa Latin, yaitu "communitas" yang berarti kesamaan dan juga "communis" yang berarti sama, publik ataupun banyak. Komunitas adalah kelompok orang yang berada disuatu lokasi tertentu. Sasaran Kebidanan komunitas adalah ibu dan anak balita yang berada dalam keluarga dan masyarakat. Bidan tidak melayani pasiennya dari sudut pandang biologis. Akan tetapi, sebagai unsur sosial yang memiliki budaya tertentu dan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan lingkungan disekelilingnya. Jadi, unsur-unsur yang tercakup dalam kebidanan komunitas adalah bidan, pelayanan kebidanan, sasaran pelayanan, lingkungan dan pengetahuan serta teknologi. Asuhan kebidanan komunitas adalah bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana. 
     Dapat dirumuskan bahwa kebidanan komunitas adalah segala aktivitas yang dilakukan oleh bidan untuk menyelamatkan pasiennya dari gangguan kesehatan sebagai upaya yang dilakukan untuk pemecahan terhadap masalah kesehatan ibu dan anak balita di dalam keluarga dan masyarakat. Pelaksanaan pelayanan kebidanan komunitas didasarkan pada empat konsep utama dalam pelayanan kebidanan yaitu : manusia, masyarakat/lingkungan, kesehatan dana pelayanan kebidanan yang mengacu pada konsep paradigma kebidanan dan paradigma sehat sehingga diharapkan tercapinya taraf kesejahteraan hidup masyarakat. 
     Dalam pemecahan masalah pasiennya, bidan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. Manajemen kebidanan adalah metode yang digunakan oleh bidan dalam menentukan dan mencari langkah-langkah pemecahan masalah serta melakukan tindakan untuk menyelamatkan pasiennya dari gangguan kesehatan. 
     Penerapan manajemen kebidanan melalui proses secara berurutan yaitu identifikasi masalah, analisis dan perumusan masalah, rencana dan tindakan pelaksanaan serat evaluasi hasil tindakan. Manajemen kebidanan juga digunakan oleh bidan dalam menangani kesehatan ibu, anak dan KB di komunitas, penerapan manajemen kebidanan komunitas. 
       
B. Riwayat Kebidanan Komunitas di Indonesia
      Bidan yang bekerja melayani keuarga dan masyarakat diwilayah tertentu disebut bidan komunitas (community midwife). Di Indonesia istilah "bidan komunitas" tidak lazim digunakan sebagi panggilan bagi bidan yang bekerja di Rumah sakit. Secara umum, di Indonesia seorang bida yang bekerja di masyarakat termasuk bidan desa dikenal sebagai bidan komunitas. 
    Sampai saat ini, belum ada pendidikan khusus untuk menghasilkan tenaga bidan yang bekerja di komunitas. Pendidikan yang ada sekarang ini diarahkan untuk menghasilkan bidan yang mampu bekerja di desa. Bidan yang bekerja di desa, puskesmas, puskesmas pembantu, dilihat dari tugasnya berfungsi sebagai bidan komunitas. 

C. Sasaran dan Tujuan Kebidanan Komunitas
     Sasaran utama pelayanan kebidanan komuntas adalah ibu dan anak. Menurut UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan, yang dimaksud keluarga adalah suami, istri, anak dan anggota keluarga lainnya. 
a. Ibu : prakehamilan, kehamilan, persalinan, nifas dan masa interval
b. Anak : meningkatkan kesehatan anak dalam kandungan, bayi, balita, prasekolah, dan sekolah.
c. Keluarga : pelayanan ibu dan anak termasuk kontrasepsi, pemeliharaan anak, pemeliharaan ibu sesudah persalinan, perbaikana gizi, imunisasi.
d. Masyarakat : remaja, calon ibu, dan kelompok ibu.
e, sasaran pelayanan kebidanan komunitas adalah individu, keluarga dan masyarakat baik sehat sakit maupun yang mempunyai masalah kesehatan secara umum.
    Tujuan dari pelayanan kebidanan komunitas adalah meningkatkan kesehatan ibu dan anak balita didalam keluarga sehingga terwujud keluarga sehat sejahtera dalam komunitas tertentu. Pelayanan kebidanan komunitas dilakukan diluar rumah sakit dan merupakan bagian kelanjutan dari pelayanan kebidanan yang diberikan rumah sakit. Misalnya : ibu yang melahirkan di rumah sakit dan setelah 3 hari kembali ke rumah. Pelayanan di rumah oleh bidan merupakan kegiatan komunitas.

D. Peran Bidan di Komunitas
1.  Sebagai Pendidik
    Sebagai pendidik, bidan berupaya mengubah perilaku komunitas di wilayah kerjanya sesuai dengan kaidah kesehatan. Tindakan yang dapat dilakukan oleh bidan di komunitas dalam peran sebagai pendidik masyarakat antara lain dengan memberikan penyuluhan di bidang kesehatan khususnya kesehatan ibu, anak dan keluarga.

2. Sebagai Pelaksana
  Sebagai pelaksana, bidan harus menguasai pengetahuan dan teknologi kebidanan serta melakukan kegiatan sebagi berikut : 
a. Bimbingan terhadap kelompok remaja masa pra perkawinan
b. Pemeliharaan kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas, menyusui dan masa interval dalam keluarga.
c. Pertolongan persalinan di rumah
d. Tindakan pertolongan pertama pada kasus kebidanan dengan resiko tinggi di keurga
e. Pengobatan keluarga sesuai kewenangan
f. Pemeliharaan kesehatan kelompok wanita dengan gangguan reproduksi
g. pemeliharaan kesehatan anak balita

3. Sebagai Pengelola
  Sesuai kewenangannya bidan dapat melakukan kegiatan praktik mandiri. Bidan dapat mengelola sendiri pelayanan yang dilakukannya. Peran bidan disini pada unit puskesmas, polindes, posyandu, dan prkatik mandiri. Sebagai pengelola bidan memimpin dan mendayagunakan bidan lain atau tenaga kesehatan yang pendidikannya rendah. Contoh : praktik mandiri/ BPS.

4. Sebagai Peneliti
   Bidan mengkaji perkembangan kesehatan pasien yang dilayaninya, perkembangan keluarga dan masyarakat. Sehingga bidan dapat mengetahui secara cepat tentang permasalahn komunitas yang dilayaninya dan dapat pula dengan segera melaksanakn tindakan.

5. Sebagai pemberdaya
    Bidan melibatkan individu, keluarga dan masyarakat dalam memecahkan permasalahn yang terjadi.

6. Sebagai pembela klien
  Kegiatan memberi informasi dan sokongan kepada seseorang sehingga mampu membuat keputusan yang terbaik dan memungkinkan bagi dirinya.

7. Sebagai Kolaborator
   kolaborasi dengan disiplin ilmu lain, baik lintas program maupun sektoral

8. Sebagai perencana
   membentuk perencanaan pelayanan kebidanan individu dan keluarga serta berpartisipasi dalam perencanaan program di masyarakat luas untuk suatu kebutuhan tertentu ada kaitanya dengan kesehatan.

E. Jaringan kerja kebidanan komunitas
    Beberapa jaringan kerja bidan di komunitas, yaitu puskesmas/pustu, polindes, posyandu, BPS, rumah pasien, dasawisma, PKK.